You are here

20 December, 2014 - 08:26

Pada umumnya, jamu sebagai piranti pengobatan identik dengan rasa pahit, tetapi tidak begitu dengan jamu yang satu ini, Jamu Majun atau yang lebih dikenal sebagai Jamu Jun, jamu asli Semarang. Jamu Jun adalah sejenis minuman tradisional, yang mungkin bagi beberapa kalangan lebih tepat disebut sebagai wedang ketimbang jamu.

Jamu Jun dulu sangat populer dikalangan masyarakat Kota Semarang, namun kini keberadaannya mulai langka.
Salah satunya dapat kita ketemukan di daerah Gasem, Bangetayu. Jamu yang untuk menjaga agar tetap awet panasnya disimpan dalam “Jun” atau gentong yang terbuat dari tanah liat ini, masih setia melayani para pelanggannya.

Jamu Jun sendiri terbuat dari tepung beras, air, tepung ketan, santan, ramuan penghangat, gula jawa dan garam. Itulah yang membuat citarasa dari jamu ini menjadi begitu khas dan terasa kental. Didalam Jamu Jun sendiri terdapat isian berupa bola-bola sebesar kelereng yang terbuat dari parutan kelapa, tepung ketan, dan gula jawa.

Terakhir yang membuatnya semakin khas adalah bahan yang satu ini yakni taburan tepung beras yang sudah disangrai serta bubukan merica dan jahe, membuat siapa saja yang menyantapnya akan merasa hangat. Cocok bagi akhir-akhir ini dikala cuaca sering hujan.

(Komunitas Lopen Semarang)